News

33 Produk Inovasi Hasil KKN Toraja Dipamerkan UKI Paulus

60
×

33 Produk Inovasi Hasil KKN Toraja Dipamerkan UKI Paulus

Sebarkan artikel ini
33 Produk Inovasi Hasil KKN Toraja Dipamerkan UKI Paulus

MERAHPUTIHKU.com, MAKASSAR – Sebanyak 33 produk inovasi mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus dipamerkan di Gedung Lilin Rektorat UKI Paulus, Makassar, Kamis (28/8), Pameran yang digelar ini merupakan hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik angkatan XIII.

Hal ini menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa setelah menjalani pengabdian masyarakat di Kabupaten Tana Toraja. Ketua Panitia Pameran, Prof Dr Liberthin Palullungan, SH, MH, menyampaikan bahwa produk-produk yang dipamerkan lahir dari upaya mahasiswa memanfaatkan potensi lokal di wilayah penempatan KKN. Dari pangan olahan hingga kerajinan tangan, inovasi tersebut diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan demikian antusiasme Mahasiswa diajang ini. Dimana sebelumnya yang terdata hanya 30. Namun karena permintaan berkembang hingga bertambah.

“Ada 33 produk inovasi mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus dipamerkan. Dan permintaan pasar lewat digital laku terjual hingga Papua,” beber Prof Liberthin

Ia menyebutkan beberapa produksi inovasi yang dipamerkan yaitu lulur berbahan kopi Toraja, abon ikan nila, minyak olahan dari cengkeh, serta kerajinan tangan yang memanfaatkan jongkol jagung dan buah pinus.

“Nah kreativitas mahasiswa kami ini dinilai mampu mengubah bahan sederhana, bahkan limbah rumah tangga, menjadi barang bernilai ekonomi. Pameran ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja,” ujarnya.

Sebelumnya, produk inovasi mahasiswa juga telah dipamerkan langsung di kantor bupati, sehingga masyarakat setempat dapat melihat hasil karya tersebut secara nyata.

KKN tematik angkatan XIII UKI Paulus diikuti 283 mahasiswa, terdiri dari 247 mahasiswa di Tana Toraja dan 36 mahasiswa di Makassar. Melalui pameran ini, UKI Paulus menegaskan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada pengembangan gagasan kewirausahaan berbasis kearifan lokal yang dapat menunjang perekonomian daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *